Petualangan Kakashi – Hutan Hasselby

petualangan kakashi

petualangan kakashi

Berkenalan

Halo semuanya. Namaku Hatake Kakashi, panggil saja Kakashi. Aku ninja dari desa Konoha. Suatu daerah yang jauh di Jepang sana. Jadi ini pertama kalinya aku menulis dengan bahasa Indonesia, maaf ya kalau tidak bagus bahasanya. Sebenarnya aku bingung mau menulis dengan ”saya”, ”aku” atau ”Guwe”. Tapi menurut buku yang aku baca, ”Aku” itu menunjukkan lebih akrab, begitu ya? Lagipula ”Saya” itu terdengar seperti nama perempuan Jepang, dan itu tidak bagus. Aku laki-laki lho.

Kalau kamu tahu itu komik Naruto, tahu kan? Nah aku itu gurunya. Seragamku di komik itu persis seperti yang aku pakai sekarang. Beberapa orang menjulukiku ”Copy Ninja”, karena aku suka sekali meng-copy jurus ninja lain. Yah kadang itu juga karena aku malas menciptakan jurusku sendiri.

Nah kali ini aku tidak di Jepang, tidak di Indonesia, tapi malahan berada di Swedia. Tepatnya kota Stockholm. Kota yang berbeda jauh dari Jepang. Disini semua orang tinggi dan besar. Bola matanya pun semua besar dan berwarna-warni. Rambutnya juga hampir semua berwarna kuning..putih..apa itu sebutannya? Oh ya, pirang. Begitu. Disini juga lebih dingin, tapi itu hanya berlaku buat si Satu, teman serumahku. Karena dia dari Indonesia, negara yang panas ya.

Oh ya, si Satu itu mengkira dia punya sebuah boneka ninja yang lucu yang selalu diam. Sebenarnya dia tidak tahu kalau aku bisa bergerak. Cuma kadang aku malas, ya memang, aku pemalas sekali ya. Dia juga sebenarnya pemalas, terkadang kalau libur, dia hanya bergerak ke tiga tempat dalam sehari, yaitu, kasur, kamar mandi, dan meja komputer. Bagaimana ya anak muda seperti itu. Kalau aku guru nya, sudah ku lempar shuriken dia.

Gagal ke Finlandia

Harusnya hari sabtu kemarin aku naik kapal menuju kota Helsinki, Finlandia. Sebenarnya si Satu yang pergi, dengan teman-temannya. Tapi ketika aku mendengar obrolan mereka di telepon, kelihatannya asik juga kalau mencoba melihat seperti apa itu negara Finlandia. Apa ada ninja juga disana? Karena itu aku Genjutsu si Satu, genjutsu itu seperti hipnotis ya. Agar dia membawaku tanpa aku harus bergerak. Aku sudah ada didalam tasnya sore hari itu. Tas yang tidak pernah dicuci itu. Eh dasar si Satu pemalas, dia terlambat sampai di dermaga. Kapalnya berangkat bersama teman-temannya. Untung saja tiketnya gratis, aku dengar dari pembicaraannya. Tapi aku kesal juga. Hampir aku bergerak dan menarik-narik rambutnya, tapi aku lebih dewasa, tidak ada gunanya berkelahi.

Rencana lain

Sabtu malam itu aku terbayang-bayang kapal itu sudah berlayar di laut, dan aku bisa menyelinap ketika orang-orang sedang tidur. Konon katanya di kapal itu ada banyak coklat yang lezat. Aku suka coklat. Sabtu malam itu aku tidak bisa tidur nyenyak. Akhirnya aku putuskan kalau aku harus mencari rencana lain. Rencana yang tidak kalah seru.

Dua malam yang lalu, si Satu pernah membawa teman-temannya untuk makan malam dirumah. Makan sesuatu yang tidak ada dagingnya, pasti tidak mengenyangkan, aku rindu sekali sama ramen isi daging ayam di desaku. Tapi itu tantangan seorang ninja, harus mampu bertahan di situasi seperti apa saja. Kembali ke makan malam, seperti biasa, salah satu hobi yang paling sering dibicarakan si Satu pada orang lain adalah hobinya berjalan di hutan. Huh, aku saja biasa lari dan lompat-lompat tapi tidak suka pamer.

” Iya, dekat rumahku di Hasselby juga ada hutan bagus, dan bisa menyusuri laut” kata salah seorang temannya pada malam itu. Hm..Hasselby? aku menyukai nama itu. Mirip merk minyak rambut. Gatsby. Nah itu berhubunganku juga sepertinya, karena kadang aku pakai minyak rambut.

keluar rumah

keluar rumah

Petualangan Dimulai

Aku memputuskan untuk mencoba berjalan di hutan itu. Pagi itu aku sudah siap dan bangun lebih pagi dari si Satu dan Sigit, temannya yang sedang menginap. Dia tidur terlelap padahal harusnya dia masih merasa bersalah.

Tema hari ini adalah ”Ninja juga manusia”, jadi aku sebisa mungkin harus berlaku seperti manusia. Tidak mengeluarkan jurus. Tidak berjalan di air. Tidak lari cepat. Pokoknya aku ingin menikmati jalan jalan seperti orang orang Swedia sini yang gemar sekali jalan kaki.

menunggu kereta

menunggu kereta

kereta lama, jadi duduk dulu

kereta lama, jadi duduk dulu

Aku melihat peta di stasiun kereta Alvik, dan Hasselby itu rupanya ke arah barat. Aku pun naik kereta menuju kesana. Kuputuskan untuk berhenti di ujung timur hutan, yaitu 5 stasiun sebelum Hasselby, karena hutannya ada disepanjang 5 stasiun tersebut. Kurasa jarak jalan kakinya seperti 7-8 kilometer. Itu tidak ada apa-apanya bagi Chuunin atau ninja senior seperti ku.

Wah rupanya naik kereta itu seperti ini. Enak juga. Kursinya empuk. Aku bisa melihat ke jendela. Dan kereta ini bergerak secepat ninja! Kalau ada Naruto pasti dia akan berisik berteriak-teriak di kereta ini.

bagus juga pemandangannya

bagus juga pemandangannya

oh ini toh keretanya

oh ini toh keretanya

aku suka kereta ini

aku suka kereta ini

Sampai di stasiun Råcksta, aku turun dan berjalan mengikuti arah yang sudah kuhapalkan. Ya maklum karena aku ninja, aku sudah biasa mencari arah. Tidak seperti si Satu yang selalu berteman dengan telepon genggamnya daripada dengan manusia lain.

melewati kolong jembatan

melewati kolong jembatan

wiii ada tiang, ayo meluncur

wiii ada tiang, ayo meluncur

papan peta hutan hasselby

papan peta hutan hasselby

baca peta dulu ah

baca peta dulu ah

Itu dia pintu masuk hutan ini. Ada papan petunjuknya dan peta. Aku membacanya dengan sekilas, mencoba mengerti. Sayang sekali aku belum juga bisa berbahasa Swedia. Yang penting aku sudah tau harus ke arah selatan, yaitu ke arah danau dan laut, setelah itu harus menyusuri laut sampai aku sampai di Hasselby.

Danau nya membeku di beberapa bagian, maklum saja ini sekitar 4 derajat celcius. Sedikit dingin tanpa jaket musim dingin, tapi aku kan ninja. Ini tantangannya. Aku melewati pemakaman yang rumputnya hijau dan makam-makam tertata dengan rapih. Aku jadi teringat makam beberapa temanku yang meninggal di perang ninja. Rin……semoga tenang di alam sana.

Tidak jauh dari pemakaman itu ada danau yang tadi lagi, tapi di sisi lainnya. Ada banyak bebek berdatangan ke arahku. Apa mereka pikir aku membawa makanan?

danau yang tenang

danau yang tenang

rin.....

rin…..

banyak bebek

banyak bebek

Aku baru akan lanjut ke jalan yang sudah ditandai jalan, tapi ketika melihat sebuah bukit yang sepertinya menarik, aku naik kesana. Pohon yang alami, dan seratus persen udara segar. Nyaman sekali. Aku mulai suka tempat ini. Tidak tahan sebenarnya mau memanjat ke atas pohon dan bergantung terbalik, tapi aku harus tahan godaan. Ninja juga manusia.

Berjalan di jalan yang tidak ditandai meningkatkan keseruan. Makin banyak pepohonan, makin jauh dari suara mobil di jalan raya. Dan aku suka menebak arah. Terlebih jika tidak ada matahari seperti ini dimana kita tidak tahu mana barat mana timur.

hm

hm

pohon yang keren

pohon yang keren

bergelantungan itu enak

bergelantungan itu enak

Di satu waktu, aku tidak bisa menahan keinginanku untuk manjat, maka akupun memanjat dan bergelantungan ala ninja. Ah terasa nikmat sekali. Lalu aku berjalan lagi.

Setelah beberapa saat aku pura-pura merasa letih  seperti manusia biasa, dan saat menemukan rumput rumput hijau dan sebuah kayu, aku langsung berbaring dan istirahat. Aaah lelah sekali.

Kemudian aku menemukan rumah pohon sederhana di suatu pohon. Lumayan juga. Aku menaiki beberapa pohon untuk melihat pemandangan. Di satu bukit yang lain aku mengeluarkan biskuit yang kubawa dan makan. Seperti manusia. Ninja juga manusia.

tiduran

tiduran

rumah pohon

rumah pohon

biskuit

biskuit

melihat pemandangan

melihat pemandangan

berbariiing lagi

berbariiing lagi

Ketika ada rerumputan berwarna putih, aku teringat kasur si Satu yang empuk dan aku langsung menidurinya. Ah ini kalah empuk sebenarnya. Tapi ya sudah, berbaring itu enak sekali.

Didepan sana lalu ada penanda berwarna kuning, ”Varning, skjutbaneområde”. Varning itu pasti Warning, atau peringatan. Skjut itu Shoot, atau menembak. Dan Område itu area. ”peringatan, area menembak” ? wow menarik. Baru kali ini ada manusia berani memperingatkan ninja. Sebagai hukuman, sini ku planking dulu. *planking di papan peringatan* Ah dasar, papan ini tidak rata jadi aku tidak bisa planking lurus.

papan peringatan? yang benar saja

papan peringatan? yang benar saja

planking yang tidak lurus

planking yang tidak lurus

Jalan sedikit kesana lagi lagi ada portal penghalang dengan cone merahnya. Apa-apaan sih, kamu belum tahu kalau disini juga ada ninja? Huh. *menendang cone merah*

cone merah yang ku jatuhkan

cone merah yang ku jatuhkan

Aku terus berjalan dan menemukan area menembaknya, dan tidak ada seorang pun yang sedang menembak. Ada juga beberapa kamar terpisah yang mirip toilet, tapi ada lebih dari delapan buah. Tidak mungkin semuanya toilet. Mungkin ruang menyimpan senjata? Karena hari ini adalah hari menjadi manusia biasa, aku tidak mengintip masuk kedalam.

Hore ada meja lurus! *planking lurus*

planking lurus

planking lurus

Aku juga mampir ke area menembak itu. Dan mencoba berdiri di area penembak, seperti apa sih rasanya. Tidak ada yang spesial ya. Oh lihat, di area sasaran ada papan bernomor 7. Itu tim ku dan Naruto. Tim 7. Jadi kangen.

kangen kepada tim 7 ku

kangen kepada tim 7 ku

mencoba berada di area menembak

mencoba berada di area menembak

Aku melihat papan nama lagi, seperti nya papan nama area menembak ini. Entah sejak kapan, aku jadi suka berfoto di papan nama. Hm..

Ohya aku berfoto dengan kameranya si Satu yang bernama Dai. Ada ada saja dia menamai kamera, menamai gitarnya. Apa itu trend baru sekarang atau hanya dia saja yang kurang kerjaan? Aku membawa Dai karena kurasa dia hari ini akan bermalasan saja dirumah.

papan nama

papan nama

Ketika ada kakek dan nenek yang sedang berjalan ke arahku. Aku jadi sedikit kagum. Kakek dan nenek saja suka jalan kaki ke hutan. Anak muda juga mungkin harus lebih sering, agar sehat.

” Apa laut sudah dekat ? ” tanya ku pada si kakek. Bertanya adalah kegiatan umum manusia. Kakek tersenyum dan membalas, ”ke arah sana sedikit lagi. 300 meter” katanya. Aku berterima kasih dan mulai berjalan lagi.

Aku sampai di laut dan pemandangannya indah. Walaupun langit tidak biru karena kabut dan awan, tetap saja cantik. Ada sebuah kapal rusak di dekat dermaga. Langsung kugunakan untuk berfoto saja. Lumayan.

kapal rusak

kapal rusak

Tidak jauh dari sana ada pantai pasir. Walaupun tidak putih, tapi tidak jelek juga. Ada ban penyelemat yang tersedia, aku foto lagi. Ninjawatch. Bukan Baywatch.

ninjawatch

ninjawatch

Daerah ini rupanya area bermain keluarga dan anak. Ada ayunan, peta lokasi yang berbeda dengan yang tadi. Gambar nya lebih lucu peta yang ini. Saat berjalan melewati ayunan, aku tidak bisa menahan godaan untuk mencobanya. Mungkin sudah terlalu lama aku tidak main itu. Mungkin sudah 25 tahun lalu ya.

yihaa

yihaa

Di sisi pantai yang kemudian, ada satu dermaga apung panjang, yang diujungnya ada tangga keatas dan platform untuk melompat. Tingginya kurang lebih hanya 3 meter. Tapi itu kelihatan menarik. Aku berjalan kesana. Apa sebaiknya aku melompat? Wah mungkin tidak, katanya airnya mendekati 5 derajat celcius juga. Lagian, aku membawa kamera. Kalau ditinggal nanti diambil orang.

pantai berbatu

pantai berbatu

naik ke platform

naik ke platform

mungkin tidak usah lompat ya

mungkin tidak usah lompat ya

Aku berjalan lagi dan menemukan pohon melengkung seperti cacing. Ada juga batu besar di bukit yang digambari kucing. Pasti oleh anak muda. Hebat juga anak muda Swedia, untuk mencorat-coret, memilih tempat yang harus ditanjaki dulu.

pohon bengkok

pohon bengkok

gambar kucing

gambar kucing

Ketika melihat ada dedaunan hijau di dekat tebing aku langsung berlari dan rebahan. Aaah enak sekali.

Aku bisa melihat dari kejauhan, sudah terlihat rumah rumah dan suara mobil juga terdengar. Munkin ini sudah hampir selesai ya hutannya. Baiklah ku ambil dulu foto terakhir di hutan ini. Perpisahan.

rebahan lagi

rebahan lagi

mungkin aku suka jalan jalan seperti ini

mungkin aku suka jalan jalan seperti ini

dadah, hutan yang bagus

dadah, hutan yang bagus

Aku sampai di depan stasiun Hasselby. Diseberang sana ada Hemköp supermarket. Aku langsung teringat sepertinya satu pernah berteriak teriak beberapa barangnya habis tapi dia malas membeli nya. Ya mungkin bisa kubelikan juga. Walaupun aneh ninja masuk supermarket, tapi sekali lagi, Ninja juga manusia. Du du du

Minyak goreng. Sudah.

Gula. Sudah.

Shampo. Sudah.

Sup. Sudah.

Oke mari bayar. OH ADA PERMEN! *berfoto di area permen permen*

permen!

permen!

mari belanja

mari belanja

pulang bawa minyang goreng. ninja juga manusia

pulang bawa minyang goreng. ninja juga manusia

Naik kereta lagi bersama belanjaan. Ternyata belajar jadi manusia biasa itu tidak terlalu buruk juga.

Sampai ketemu. Jya !

4 pemikiran pada “Petualangan Kakashi – Hutan Hasselby

  1. Hehe…ceritanya bagus,seru dan lucu.Si Ninja dekat sekali dg alam ya…ini kira2 pembacanya seumuran Tayang ya..? penuh petualangan.Kalau remaja mesti sedikit romantis.

  2. hahaha masa sih? jaman sekarang anak2 muda juga suka yang kartun2an kok mam. dan lagian ini bukan cerita karangan, ini jurnal perjalanan. jadi ga perlu dikarang-karang yang ngga ada. bener ngga sih?

  3. Ping balik: Ringkasan 2014 nya bang Atu | Blog nya si Cahaya Langit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s