Ulasan Film: Split

2.jpg

Split

Lo pasti pernah merasa meledak-ledak abis nonton suatu film yang menurut lo bagus banget. Nah sekarang banget nih, gue sedang menahan diri gue untuk stay cool supaya ulasan gue ngga keliatan melebih-lebihkan film ini dan tetap pada poinnya. Gue bikin dua versi ringkasan kali ya. Versi cool nya, film ini oke banget, wajib tonton. Versi lebay nya, gue seakan di mandi air terjun kepuasan. Puas banget banget.

Sebelum lebih jauh ke dalam, film ini genrenya thriller jadi status wajib tontonnya buat kalo kalian suka genre ini aja. Apalagi kalau kalian suka film tentang psikopat misalnya Silence of the Lamb atau Identity. Kalo gue sendiri, emang suka banget genre ini.

Gue pertama tau Split dari cuplikan-cupilkan film di bioskop, itu lho yang sebelum film aslinya mulai. Sekitaran bulan November. Selain trailer nya emang bagus, gue juga ngeliat nama yang gue udah ngga asing lagi. Nama produsernya, M. Night Shyamalan. Kalo lo belom tau nama dia, mungkin lo udah tau beberapa film yang dia produserin, karena rata-rata terkenal. The Sixth Sense (1999), Unbreakable (2000), Signs (2002), The Village (2004), The Visit (2015), dan Devil (2010). Begitu gue liat nama dia di cuplikan, gue memutuskan untuk masukin Split ke daftar film yang gue tunggu. Lucu juga nih, barusan gue ke imdb untuk mastiin film apa aja yang udah dia produserin, dan semua film dia yang uda gue tonton, semuanya gue suka. Dengan kata lain, statistik film dia yang gue tonton, gue suka semuanya.

Split ini ceritanya tentang seorang pria yang memiliki 23 kepribadian. Biar nambah ilmu dikit, nama penyakit nya itu DID (Dissociative Identity Disorder). Si tokoh utamanya ini bernama Kevin tapi si Kevin ngga pernah muncul karena badannya diambil alih sama identitasnya yang lain dan semuanya punya nama. Kevin ini juga berobat rutin ke psikolog, seorang nenek yang jago banget lah ceritanya di bidangnya. Dia rutin mendengarkan dan menganalisa kelainan si Kevin ini dan dia juga hapal sama setiap personalitasnya Kevin. Kevin menculik tiga gadis muda dan disekap ke ruangan di bawah tanah. Ngga disakitin sih, dikasih kamar yang proper dan kamar mandi yang super bersih. Konon, karena mereka dipersiapkan untuk menjadi makanan ’The Beast’, kepribadian ke-24 yang belum diketahui siapapun termasuk si psikolog.

1

James McAvoy yang cool abesh!

Kalo film Identity punya Multiple Personality Disorder (MPD) juga, tapi dia hanya 11. Split ada 23 dan mungkin karena Identity film lama ya, jadi plotnya agak kurang smooth menurut gue. Mungkin bawaan sinematografi juga.

Akting adalah salah satu yang bikin gue ter-nganga-nganga nonton film ini. Awalnya ekspektasi gue kurang besar soal akting, karena aktornya ngga terkenal-terkenal banget. James McAvoy yang jadi pemain utama sebagai Kevin, cuma terkenal di film X-Men (jadi Profesor X muda). Selain dia, gue ngga kenal aktor lainnya. Dan kalo di X-Men dia mainnya biasa aja ya, disini dia maksimal banget sih. Iyalah, mainin kepribadian yang beda-beda kan perlu keahlian khusus. Sori nih bocorin filmnya dikit, ngga banyak kok. Awalnya gue nebak ngga akan ada adegan dimana kepribadiannya ditampilin silih berganti di adegan yang sama, tapi ternyata ada dan itu spesial banget scene nya.

Setiap nonton film kan ada baiknya kita bisa ambil pelajarannya. Di film ini, gue jadi makin bisa melihat kalau penyakit-penyakit kejiwaan gini tuh emang ada. Dengan tau dikit, mungkin kita jadi bisa lebih aware sama sekitaran kita, kali-kali ada dan kita bisa bantu.

Segitu dulu ulasan gue kali ini, makasih udah mampir!

Split
Cerita: 8
Akting: 8.5
Sinematografi: 8
Musik: 7

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s