Redmi 2 Berhenti di Logo Awal (Bootloop)

1.jpg

Redmi 2. Foto dari situs MI

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi dan sudah terjadi pada saya. Pertama, logo MI terlewati, dan ketika tanda loading muncul dibawah, tidak pernah selesai dan loading selamanya. Kedua, berhenti di logo MI pertama dan tidak berlanjut ke tanda loading. Tulisan ini adalah dokumentasi saya ketika error tersebut terjadi pada ponsel Redmi 2 saya, termasuk proses hingga akhirnya bisa normal kembali.

Penyebabnya tidak begitu jelas, ketika sedang berwisata keluar kota dan internet terputus dari ponsel, suatu hari ketika saya melirik ke ponsel saya, dia tidak menyala. Ketika saya tekan tombol power, prosesnya terhenti di proses loading. Saya pun mulai mencari-cari solusinya di internet. Ternyata ada MI forum (berbahasa Inggris) yang sangat banyak informasinya. Yang awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang ROM, Fastboot, Recover, Flash, sekarang setelah beberapa hari melakukan riset, jadi tahu lebih banyak.

Detail ponsel Redmi saya dulu kali ya. Dibeli sekitar tahun 2015, Redmi 2 LTE modelnya. RAM 2GB dan internal memory 16GB.

Percobaan troubleshooting sendiri tanpa melihat internet

Ini proses awal ketika error muncul. Saya pernah membaca di suatu tempat, kalau ada mode-mode spesial kalau menyalakan ponsel sambil menekan tombol volume atas, bawah atau keduanya sekaligus. Setelah mencoba ketiga kemungkinan, saya mengetahui kalau:

  • Tombol power dan volume atas: PCBA test menu
  • Tombol power dan volume bawah: Fastboot. Awalnya saya kira Fastboot itu Redmi-nya akan membetulkan diri sendiri, ternyata itu adalah mode agar program dan data di dalam ponsel bisa di overwrite (ditimpa) oleh program lain, di komputer kita, dengan tujuan membetulkan kesalahan pada ponsel kita. Saya menggunakan mode ini untuk memperbaiki Redmi 2 saya.
  • Tombol power dan volume atas dan bawah: recovery Di mode ini, kita bisa melakukan wipe (menghapus, me-reset data untuk memperbaiki kerusakan), dan juga meng-install update versi baru OS MI (atau versi yang tidak rusak).

Yang pertama saya temukan adalah menu tes PCBA. Saya juga tidak tahu apa itu PCBA, tapi dari menunya, sepertinya ini adalah bagian untuk memeriksa apa bagian-bagian dari ponsel kita, berjalan dengan baik atau tidak. Misalnya ada tes earphone, speaker, Bluetooth, dan sebagainya. Untuk ponsel saya, hasil tesnya baik di beberapa bagian, dan ada kerusakan di beberapa bagian. Ini juga yang membuat saya berpikir, jangan-jangan error di ponsel saya disebabkan kerusakan hardware.

2.jpg

PCBA Test Menu

Tapi, ternyata ponsel ibu saya yang juga Redmi2 (tidak rusak), ketika saya lakukan tes PCBA, beberapa bagian juga mendapat hasil merah (failed). Jadi, saya berkesimpulan, kalau bukan ini penyebabnya.

Pada mode recovery, saya melewatkan pilihan wipe karena saat itu saya masih ingin menyelamatkan data saya. Saya berhenti di pilihan update. Saya menduga pasti ada file yang dibutuhkan untuk melakukan update. Akhirnya, saya melakukan riset di internet.

Riset dan mencoba tips dari internet, masih gagal juga

Pencarian awal saya adalah tentang update.zip yang dibutuhkan untuk pilihan update. Saya pun menemukan istilah ROM. ROM ini seperti OS. File yang dibutuhkan untuk install ulang. ROM pun ada banyak sekali jenisnya. Kombinasinya adalah jenis ponsel yang kita miliki, versi OS nya, dan juga spesifik negaranya. Jenis ponsel saya adalah Redmi 2 LTE. Versi OS nya mulai dari MI6 hingga sekarang yang terbaru adalah MI8. Untuk spesifik negara, kita bisa memilih “Global” ROM saja. “Global” ROM sudah dibuat untuk negara-negara diluar China. Bedanya dengan ROM China adalah ROM China tidak ada Google dan “Global” ROM ada Google.

1.png

ROM Recovery di situs resmi MI

Catatan: ROM yang dimaksud di bagian ini adalah ROM Recovery dan untuk digunakan di Recovery mode saja. Dibagian berikutnya ada jenis ROM yang lain, yaitu ROM Fastboot.

Seperti disarankan di forum MI, file ROM nya diunduh dengan nama “update.zip” dan disimpan di SD card dibagian luar (root). SD card saya masukkan kembali ke dalam ponsel, kemudian saya lakukan update.

“Update.zip failed. File is corrupted”, tertulis dilayar. Saya pikir, mungkin tipe ROM saya salah. Jadi saya coba jenis ROM kombinasi yang lain. Versi MI7 global, gagal juga. Versi MI8 China, gagal juga. Beberapa kali saya coba kombinasi lain dan masih gagal. Oke, mungkin kita cari cara lain.

Cara berikutnya adalah Flashing. Sepengertian saya, Flashing ini adalah “membersihkan” file system dan menggantinya dengan file yang baru. Yang dibutuhkan adalah software MiFlash resmi dari MI, dan ROM Fastboot. Panduan lengkap melakukan Flashing dengan MiFlash bisa dilihat disini. Setelah berhasil melakukan Flashing dengan tulisan “success” tertera di MiFlash, dan ponsel mulai restart dengan sendirinya. Harapan muncul bagi saya. Di forum juga tertulis kalau boot pertama ini akan lama, hingga 5 menit, jadi saya bersabar saja.

Alih-alih muncul layar loading nya, seperti error awalnya, ini malah tidak muncul dan proses terhenti di logo MI paling awal.

Saya belum menyerah juga, karena masih ada cara-cara yang bisa saya coba. Misalnya wipe data di pilihan recovery mode. Tapi, ternyata untuk masuk ke recovery mode pun sudah tidak bisa. Karena sepertinya recovery mode itu juga melewati layar loading, sedangkan saat ini ponsel saya tidak bisa melewati layar tersebut.

Saya mencoba cara lain yaitu Fastboot dengan software lain selain software resmi dari MI. Salah satu yang paling teruji, konon adalah TWRP. Mencoba TWRP, saya belum berhasil juga.

Akhirnya percobaan terakhir yang berhasil

Pada titik ini, saya sudah siap kehilangan semua data saya. Asalkan ponsel saya bisa hidup lagi dan bisa dipakai, itu sudah syukur. Dan lagi, datanya yang berupa foto dan video juga bisa saya copy dari SD card (tidak tersimpan dalam internal ponsel).

Saya menemukan artikel di forum MI yang menuliskan frase seperti ini, “Everything is possible in Fastboot”. Lumayan percaya diri ya penulisnya. Saya memutuskan mencobanya. Cara dia ialah menjalankan file flashing secara manual dan tidak menggunakan MiFlash. Selengkapnya bisa dibaca di tautan ini. Oh ya, ROM yang saya pilih adalah ROM MI6. Saya kira, mencoba OS yang paling lama adalah yang paling “aman”. Di artikel tersebut, ada langkah untuk memastikan kalau driver Android dan ADB kita dikenali, tapi di laptop saya, saya tidak berhasil membuatnya dikenali dan logonya di device manager masih tanda warning. Tapi, mungkin karena saya sudah menginstall MiFlash, jadi otomatis driver android ADB nya sudah ada di komputer saya.

Setelah di restart, Layar MI muncul.
Layar loading muncul.
Lampu notifikasi menyala.
Dan akhirnya keluar logo MI6, seperti ketika saya baru beli ponsel ini dulu.

Demikianlah perjalanan saya dalam membetulkan ponsel Redmi 2 saya. Semoga teman-teman yang bernasib serupa, bisa belajar sedikit dari pengalaman saya. Jika ada yang ingin ditanyakan, boleh ditanyakan di bagian komentar.

Tautan berguna

Solusi berhasil yang saya coba

Flashing dengan MiFlash

FAQ Redmi 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s