Yunus Ibrahim

1

Teman datang, teman pergi
Nama-nama hinggap di hati
Bersama mengukir cerita dan mimpi
Siapa menduga waktu dipanggil yang tak serasi

Udah beberapa bulan terakhir gue absen nulis duka cita di blog gue. Mungkin itu sebuah hal yang baik karena itu berarti ngga ada temen deket atau keluarga gue meninggal dunia. Tapi, kalau gue liat lebih luas lagi dan empati ke orang lain, sebenernya tiap hari di dunia ini ada aja yang meninggal. Baik itu sakit, kecelakaan, bencana alam, perang, atau sebab lainnya. Sampai kemarin malam, gue buka Facebook dan ngeliat ada kabar duka cita lagi.

Om Yunus. Gue manggil dia. Panggilan “om” nya melekat karena di komunitas fotografi yang kami ikuti bersama, semua orang dipanggil “om”. Yes, doi manggil gue Om Satu.

Om Yunus di mata gue ini orang yang baik, sopan, sering ngelucu dan gampang banget akrab. Gue belum terlalu sering ketemu dan motret bareng dia, karena waktu dia masuk, gue udah mulai sibuk sama kerjaan dan akhirnya berangkat ke Swedia untuk melanjutkan kuliah. Tapi kepergian gue dan ketidakbertemuan kami, ngga menghentikan komunikasi. Sesekali kami ngobrol di Facebook walaupun sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, atau dia cerita tentang wisudanya setelah 3 tahun cuti.

Gue lebih duluan hobi wisata daripada Om Yunus. Sebagai fotografer pemula yang menemukan banyak keindahan dan hal baik dari berwisata sambil motret, gue juga sering bilang ke Om Yunus kalau dia sesekali harus coba berwisata. Dari foto awal dia ketika baru motret dulu sampai kini, keliatan banget bedanya. Ngeliat perubahan baik kaya gitu, gue seneng banget. Kemudian liat dia jalan sama Om Krisna ke Pulau Kenawa. Kemudian liat dia nikah. Semuanya cuma di Facebook, tapi gue ikutan seneng.

Yang gue kelewatan adalah berita kalau Om Yunus sakit. Kata teman-temannya kanker paru. Sesuatu yang bisa bisa bikin KO dengan cepet. Cuma berandai aja, andaikata gue tau, pasti gue lebih seringin lagi komunikasi sama Om Yunus. Mungkin tetep ngobrol ngga penting. Tapi justru obrolan kecil gitu yang kadang bikin kita inget sama orang lain. Mungkin juga bisa ngasih semangat tambahan.

Kita belom jalan bareng nih, Om Yunus.

Padahal sekarang kita berdua keliatannya suka berwisata. Padahal kita udah berencana mau berwisata bareng kalo nanti gue lulus dan pulang ke Indonesia. Belum nentuin tempatnya sih, tapi mungkin daerah Sulawesi gitu enak ya, Om?

Om Yunus istirahat yang enak. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa Om Yunus, menempatkan Om Yunus di sisi Nya, menerima semua amal ibadah Om Yunus selama di dunia, dan mempertemukan kita kembali nanti di alam sana.

Duka itu baik karena mengingatkan kita
Kalau semua akan kembali kepada Nya
Duka itu jangan lama dilara
Mereka yang pergi pasti ingin kita mencari suka

Oleh Satu Cahaya Langit

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s