Jika Jagoan Kita Kalah

2.jpg

Kalo biasanya gue tidur diatas jam 12 malam, khusus tadi malam gue sengaja tidur jam 11. Pasti sudah pada tahu alasannya, gue mau bangun pagi biar bisa mantengin hasil quick count pilkada DKI. Jadi tadi pas bangun, sesudah minum air putih (biar sehat) dan sholat subuh, gue langsung buka internet dan cari-cari quick count di TV-TV Indonesia. Baca lebih lanjut

Iklan

Abis Nonton The Vvitch

1.jpg

Poster nya The Vvitch

Pertama-tama, walaupun judulnya kaya abis nonton film, tapi tulisan ini bukan ulasan film seperti yang biasa gue buat. Melainkan refleksi pendek aja atas apa yang gue liat didalam film itu. Lo pasti pernah kan, melihat atau mengalami sesuatu di jalan, disekitaran lo, kemudian mikir agak dalam tentang apa yang lo liat atau alami. Nah gue mau ceritain yang gue lagi rasa sekarang nih abis nonton The Vvitch. (Iya emang judulnya alay gitu). Baca lebih lanjut

Membela Yang Lemah

gambar dari livingfreelance.org

gambar dari livingfreelance.org

Awal bulan kemarin, gue bareng temen-temen bule nonton pertandingan hoki es di kota Göteborg. Pertandingan waktu itu antara tuan rumah melawan tim tamu dari kota Luleå. Kami duduk di sisi pendukung tim tuan rumah. Padahal sebenernya gue mendukung Luleå. Pada setiap kesempatan Luleå menyerang, gue bersorak untuk mereka. Sampe temen gue Andres marahin gue, katanya bahaya kalo dukung tim tamu kalo duduk di sisi sini. Nah selain gue, yang mendukung tim tamu tuh ada satu lagi temen kami, yaitu si Bila dari Polandia. Sebagai dua orang pendukung tim tamu dari grup kami, gue nanya dia dong, ”Eh kamu kenapa dukung Luleå?” gue menebak-nebak kalo mungkin dia ngerti hoki atau dia suka warna benderanya Luleå.

”Oh, gue selalu dukung tim tamu kalo di pertandingan gini. Karena mereka sedikit pendukungnya”

Baca lebih lanjut

Cerdas Cermat untuk Ahklak

1.jpg

Hormat. Foto dari entrepreneur.com

Makan siang hari ini ada yang berbeda sedikit dari biasanya. Orangnya lebih sedikit, tempatnya juga dirumah salah satu teman kami yang tinggal didekat kampus. Kami bertiga makan dengan santai pada awalnya. Sampai Sari bertanya, ”Tuntutan 212 kemarin itu apa sih?” Tidak, tulisan ini bukan tentang itu kok. Dikarenakan sudah ada 102,302 tulisan lain dengan topik 212. Kemudian saya menjawab dengan apa yang saya tahu. Tapi arah obrolan jadi tentang Indonesia. Dan yang paling keren, bagaimana menjadikannya lebih baik. Disatu titik, Puput bilang ”Pinter banget itu belum tentu sejalan dengan attitude” dan menceritakan temannya yang lulus kuliah dengan sempurna kemudian berakhir dengan terlibat di kasus korupsi. Kami pun berandai-andai sejenak. ”Ada ngga sih, lomba pendidikan tapi nilai moral? Misalnya, seperti cerdas cermat, tapi untuk ahklak” Baca lebih lanjut

Kotak Ide Untuk Pemerintah

1.jpeg

Kotak. Dari unsplash.com

Pernah punya ide bagus dan bisa diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan sekitar kita? Atau ngga usah yang berat dulu deh, pernah kan pasti memikirkan suatu masalah kecil dan ngerasa ada caranya untuk menyelesaikannya, ”Coba kalo gini, pasti ngga akan terjadi tuh masalahnya”, kata lo dalam hati. Masalahnya, ide-ide ini kan seringnya menguap tanpa pernah diaplikasikan. Jangankan diaplikasikan dan dicoba, dibilang ke orang lain aja boro-boro. Jadi hanya antara lo dan alter ego lo aja (kalo punya). Padahal ya, mungkin aja ide lo itu ide keren banget yang mudah dan bener bisa jadi solusi. Ga keren banget kan kalo ilang gitu aja. Nah dengan alasan serupa juga, gue menulis ide gue ini di blog, setidaknya besok-besok bisa gue baca lagi dan matangkan.

Baca lebih lanjut

Indahnya Sosial Media di Hari Lebaran

temp2.jpg

Dua hari terakhir ini, gue nge-like lebih banyak pos dan foto dibandingkan tiga bulan main Facebook tiap hari. Bukan karena pelit like kok, tapi emang karena dua hari ini adalah hari raya Idul Fitri. Dalam dua hari ini hampir semua teman di Facebook membuat pos tentang lebaran mereka. Bersama keluarga di kampung, ada yang tetap di Jakarta juga menikmati sepinya ibukota, ada yang di luar negeri bersama teman-teman pelajarnya, dan banyak lagi. Tapi intinya adalah, banyak cinta di Facebook gue dua hari ini. Baca lebih lanjut

Kebangkitan Nasional dengan Filosofi Swedia

Artikel ini saya tulis untuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Swedia (PPI Swedia) dan di pos ulang di blog ini.

download3.jpg

bendera indonesia. dari karlitanatashaaini.wordpress.com

Semua hal itu bisa kita jadikan guru, secara sengaja maupun tanpa disadari. Baru kemarin kemarin saya bercuap-cuap di Radio PPI Dunia mengenai hal ini. Bahwa kejadian yang kita lihat, suara yang kita dengar, hal yang kita baca, rasa yang ada, bisa mengajarkan suatu hal baik pada kita. Walaupun dalam skala yang tidak besar, tapi mungkin saja menjadi titik balik yang penting, untuk diri kita pribadi, dan bisa juga untuk kelompok yang lebih besar. Kata kuncinya adalah, jika kita memperhatikan. Menelaah, bertanya kenapa, mencerna hingga semua yang masuk, akan diambil sari-sari baiknya dan dibuang yang tidak baiknya. Bukan rocket science, karena kita sudah memiliki konsep itu didalam tubuh kita. Belajar dan hidup di Swedia juga memberikan kita banyak masukan yang baik. Baca lebih lanjut