Bunuh Diri dan Sudut Pandang Lain

1.jpg

Pemandangan adem. Oleh Riccardo Bresciani

Gue suka mempelajari manusia dan pemikirannya. Melihat laku, keputusan, apalagi sesuatu yang ngga biasa dari orang di sekitar gue, baik teman maupun stranger. Ketika baca artikel tentang bunuh diri, gue pun jadi banyak memikirkan hal itu. Kenapa sih orang bisa terpikir untuk bunuh diri? Kenapa sebagian orang lainnya (seperti gue) ngga sampe berpikir kesana? Apa mungkin masalah gue ngga sebesar mereka? Baca lebih lanjut

Udah tua masih baca komik!

1.jpg

Beberapa hari yang lalu gue dapet tugas antar jemput seorang anak. Di sela-sela antara nganter dan jemput ada gap sekitar 1 jam-an dan gue mencari ide untuk mengisi waktu gap itu. Tugas ada sih, tapi kalo dikerjain sekarang, pas lagi asik-asiknya, pasti gue uda harus jemput. Nanggung (Kita semua tau ini alasan gue aja biar ga ngerjain). Akhirnya terpikir untuk baca komik. Dari segitu banyak komik di dunia, gue memilih baca Dragon Ball lagi. Tadinya mau baca Dragon Ball Super (Sequel nya) karena gue belom baca. Nah, tiap mau nerusin bacaan atau tontonan, biasanya gue tuh ngulang dikit dari yang terakhir gue baca atau tonton. Jadi gue randomlah milih chapter sebelum-sebelum akhir. Dalam sekejap, Sejam berlalu kaya 6,5 menit. Cepet banget. Gue tenggelam dalam serunya cerita Goku dan kawan-kawan melawan Buu gendut.

Kalo di film-film kan tiap orang punya malaikat dan setan di kepalanya ya. Nah, malaikat gue tuh uda geleng-geleng. ”Satu, satu, udah tua masih baca komik!”. Tulisan ini adalah sanggahan gue pada dia. Bahwa muda-tua itu tetep harus baca komik. Baca lebih lanjut

Membela Yang Lemah

gambar dari livingfreelance.org

gambar dari livingfreelance.org

Awal bulan kemarin, gue bareng temen-temen bule nonton pertandingan hoki es di kota Göteborg. Pertandingan waktu itu antara tuan rumah melawan tim tamu dari kota Luleå. Kami duduk di sisi pendukung tim tuan rumah. Padahal sebenernya gue mendukung Luleå. Pada setiap kesempatan Luleå menyerang, gue bersorak untuk mereka. Sampe temen gue Andres marahin gue, katanya bahaya kalo dukung tim tamu kalo duduk di sisi sini. Nah selain gue, yang mendukung tim tamu tuh ada satu lagi temen kami, yaitu si Bila dari Polandia. Sebagai dua orang pendukung tim tamu dari grup kami, gue nanya dia dong, ”Eh kamu kenapa dukung Luleå?” gue menebak-nebak kalo mungkin dia ngerti hoki atau dia suka warna benderanya Luleå.

”Oh, gue selalu dukung tim tamu kalo di pertandingan gini. Karena mereka sedikit pendukungnya”

Baca lebih lanjut

Kebangkitan Nasional dengan Filosofi Swedia

Artikel ini saya tulis untuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Swedia (PPI Swedia) dan di pos ulang di blog ini.

download3.jpg

bendera indonesia. dari karlitanatashaaini.wordpress.com

Semua hal itu bisa kita jadikan guru, secara sengaja maupun tanpa disadari. Baru kemarin kemarin saya bercuap-cuap di Radio PPI Dunia mengenai hal ini. Bahwa kejadian yang kita lihat, suara yang kita dengar, hal yang kita baca, rasa yang ada, bisa mengajarkan suatu hal baik pada kita. Walaupun dalam skala yang tidak besar, tapi mungkin saja menjadi titik balik yang penting, untuk diri kita pribadi, dan bisa juga untuk kelompok yang lebih besar. Kata kuncinya adalah, jika kita memperhatikan. Menelaah, bertanya kenapa, mencerna hingga semua yang masuk, akan diambil sari-sari baiknya dan dibuang yang tidak baiknya. Bukan rocket science, karena kita sudah memiliki konsep itu didalam tubuh kita. Belajar dan hidup di Swedia juga memberikan kita banyak masukan yang baik. Baca lebih lanjut

Momen Pengubah Hidup

Setiap orang pasti punya momen pengubah hidup. Peristiwa penting dimana bukan hanya saat itu menjadi penting, tapi juga perasaan yang timbul dan juga efek perubahan setelahnya. Khususnya perubahan positif. Peristiwa penting seperti wisuda, pernikahan memang sudah pasti menjadi momen bersejarah. Tapi gue disini mau berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih sederhana, tapi efeknya besar.

Notji

Gue mau cerita tentang gue dan Notji. Notji itu anjing dari temen gue Rona. Sebelumnya gue kasih tau dulu, gue itu sejak kecil takut sama anjing. Selain karena anjing itu diharamkan di Islam, tapi lingkungan tempat gue dibesarkan kayanya memang membentuk impresi kalau anjing itu serem. Kalau ngeliat kita, dia akan selalu ngejar, kalau gonggong berarti dia marah.

Bukan Noci, tapi sejenis

Bukan Noci, tapi sejenis

Baca lebih lanjut

Pertarungan Seimbang dan Tanggung Jawab dalam Teknologi

download

Gue selalu tertarik dengan fair battle. Pertarungan seimbang selalu lebih gue nikmati daripada yang ngga seimbang. Misalnya Barcelona lawan Real Madrid, atau Bayern Munchen melawan Juventus kemarin yang sampai menit terakhir juga serunya kebangetan. Lebih enak nonton yang seimbang kaya Songoku vs Bezita daripada yang timpang, misalnya Songoku vs Videl. Bukan cuma nonton, kalau main pun, gue berusaha untuk seimbang. Kalo pas lagi main futsal gue merasa ga imbang, gue biasanya pindah. Baca lebih lanjut

Nilai Dari Pertanyaan

Jadi kemarin gue menemukan suatu anomali sewaktu baru selesai di ajak ngobrol-ngobrol sama temen gue Bram. Dia ngajak ngobrol-ngobrol karena mau tanya jawab seputar survey perilaku pelanggan yang sedang dikerjakan dia buat kantornya, dan karena gue suka membantu-membantu dan partisipasi dalam hal yang mudah seperti ini, gue meng-iya-kan. Buat yang belum tau, gue orangnya memang suka brainstorming, atau diskusi dan mencari ide. Suka silaturahmi juga. Wah banyak juga kesukaan gue. Nah anomali setelah wawancara itu adalah: gue merasa kenapa yang tanya-tanya itu si Bram, tapi yang mendapat banyak jawaban dan pengetahuan itu gue sendiri. Kok bisa gitu? Baca lebih lanjut