Indahnya Sosial Media di Hari Lebaran

temp2.jpg

Dua hari terakhir ini, gue nge-like lebih banyak pos dan foto dibandingkan tiga bulan main Facebook tiap hari. Bukan karena pelit like kok, tapi emang karena dua hari ini adalah hari raya Idul Fitri. Dalam dua hari ini hampir semua teman di Facebook membuat pos tentang lebaran mereka. Bersama keluarga di kampung, ada yang tetap di Jakarta juga menikmati sepinya ibukota, ada yang di luar negeri bersama teman-teman pelajarnya, dan banyak lagi. Tapi intinya adalah, banyak cinta di Facebook gue dua hari ini. Baca lebih lanjut

Kebangkitan Nasional dengan Filosofi Swedia

Artikel ini saya tulis untuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Swedia (PPI Swedia) dan di pos ulang di blog ini.

download3.jpg

bendera indonesia. dari karlitanatashaaini.wordpress.com

Semua hal itu bisa kita jadikan guru, secara sengaja maupun tanpa disadari. Baru kemarin kemarin saya bercuap-cuap di Radio PPI Dunia mengenai hal ini. Bahwa kejadian yang kita lihat, suara yang kita dengar, hal yang kita baca, rasa yang ada, bisa mengajarkan suatu hal baik pada kita. Walaupun dalam skala yang tidak besar, tapi mungkin saja menjadi titik balik yang penting, untuk diri kita pribadi, dan bisa juga untuk kelompok yang lebih besar. Kata kuncinya adalah, jika kita memperhatikan. Menelaah, bertanya kenapa, mencerna hingga semua yang masuk, akan diambil sari-sari baiknya dan dibuang yang tidak baiknya. Bukan rocket science, karena kita sudah memiliki konsep itu didalam tubuh kita. Belajar dan hidup di Swedia juga memberikan kita banyak masukan yang baik. Baca lebih lanjut

Ulasan Film: Conjuring 2

temp

Conjuring 2 . imdb

Dalam satu kalimat perangkum: lebih bagus daripada Conjuring 1! Ga percaya? Gue juga tadinya skeptis dan menganggap hampir semua film sekuel itu ngga pernah lebih bagus dari yang versi pertamanya. Dari banyak contoh yang ada, gue kecilin ke contoh film horor aja deh. Sinister lebih bagus yang pertama, Resident Evil lebih keren yang pertama, Insidius 2 setara sama yang pertama. Jadi gue berangkat nonton hari ini dengan ekspektasi yang rendah. Kadang emang kalau ekspektasi rendah itu, enak ya rasanya ketika dapetnya lebih. Ternyata puas banget nonton Conjuring 2. Baca lebih lanjut

Momen Pengubah Hidup

Setiap orang pasti punya momen pengubah hidup. Peristiwa penting dimana bukan hanya saat itu menjadi penting, tapi juga perasaan yang timbul dan juga efek perubahan setelahnya. Khususnya perubahan positif. Peristiwa penting seperti wisuda, pernikahan memang sudah pasti menjadi momen bersejarah. Tapi gue disini mau berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih sederhana, tapi efeknya besar.

Notji

Gue mau cerita tentang gue dan Notji. Notji itu anjing dari temen gue Rona. Sebelumnya gue kasih tau dulu, gue itu sejak kecil takut sama anjing. Selain karena anjing itu diharamkan di Islam, tapi lingkungan tempat gue dibesarkan kayanya memang membentuk impresi kalau anjing itu serem. Kalau ngeliat kita, dia akan selalu ngejar, kalau gonggong berarti dia marah.

Bukan Noci, tapi sejenis

Bukan Noci, tapi sejenis

Baca lebih lanjut

Pertarungan Seimbang dan Tanggung Jawab dalam Teknologi

download

Gue selalu tertarik dengan fair battle. Pertarungan seimbang selalu lebih gue nikmati daripada yang ngga seimbang. Misalnya Barcelona lawan Real Madrid, atau Bayern Munchen melawan Juventus kemarin yang sampai menit terakhir juga serunya kebangetan. Lebih enak nonton yang seimbang kaya Songoku vs Bezita daripada yang timpang, misalnya Songoku vs Videl. Bukan cuma nonton, kalau main pun, gue berusaha untuk seimbang. Kalo pas lagi main futsal gue merasa ga imbang, gue biasanya pindah. Baca lebih lanjut

Nilai Dari Pertanyaan

Jadi kemarin gue menemukan suatu anomali sewaktu baru selesai di ajak ngobrol-ngobrol sama temen gue Bram. Dia ngajak ngobrol-ngobrol karena mau tanya jawab seputar survey perilaku pelanggan yang sedang dikerjakan dia buat kantornya, dan karena gue suka membantu-membantu dan partisipasi dalam hal yang mudah seperti ini, gue meng-iya-kan. Buat yang belum tau, gue orangnya memang suka brainstorming, atau diskusi dan mencari ide. Suka silaturahmi juga. Wah banyak juga kesukaan gue. Nah anomali setelah wawancara itu adalah: gue merasa kenapa yang tanya-tanya itu si Bram, tapi yang mendapat banyak jawaban dan pengetahuan itu gue sendiri. Kok bisa gitu? Baca lebih lanjut